Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Serta Faktor yang Mempengaruhinya

Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Serta Faktor yang Mempengaruhinya. Pada kesempatan kali ini webmateri akan memberikan informasi mengenai materi mata pelajaran Biologi. Mengenai materi yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Serta Faktor yang Mempengaruhinya. Mari kita simak bersama materinya dibawah ini.

Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Apa sebenarnya pertumbuhan itu? Apa perbedaan pertumbuhan dengan perkembangan? Temukan jawabannya dalam uraian materi berikut.

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pernahkah Anda membayangkan bahwa sebutir biji tanaman yang berukuran kecil bisa menjadi pohon dengan ukuran yang sangat besar? Sebutir biji tanaman jika ditanam akan tumbuh menjadi kecambah kemudian menjadi tananam dan berukuran besar. Mengapa biji yang ditanam dapat berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman?

Peristiwa perubahan biologis pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi, dan sebagainya) disebut pertumbuhan. Pertumbuhan bersifat irreversibel atau tidak dapat kembali seperti semula. Pertumbuhan dapat terjadi karena di dalam tumbuhan terdapat jaringan meristematis. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kualitatif maupun kuantitatif. Pengukuran perubahan panjang atau tinggi batang dapat dilakukan dengan alat ukur misalnya penggaris, jangka sorong, atau dengan auksanometer

Pengukuran pertumbuhan akan menghasilkan grafik berbentuk huruf S yang dikenal dengan grafik sigmoid. Berdasarkan grafik ini, pertumbuhan dapat dibedakan menjadi empat fase yaitu fase awal (pertumbuhan secara lamban), fase log (pertumbuhan mencapai maksimum), fase perlambatan (pertumbuhan menjadi lambat), dan fase stasioner (pertumbuhan terhenti). Pada fase log terjadi pertumbuhan yang sangat cepat dan diikuti penurunan kecepatan pertumbuhan.

Setelah biji berkecambah, akan terbentuk bibit yang dilengkapi dengan akar, batang, dan daun. Peristiwa itu terjadi karena proses diferensiasi sel-sel meristem. Diferensiasi yang dilakukan tumbuhan bertujuan agar tumbuhan mencapai tingkat kedewasaan. Proses menuju tingkat kedewasaan pada masing-masing individu disebut perkembangan. Perkembangan bersifat kualitatif, artinya tidak dapat dinyatakan dalam ukuran (jumlah, volume, dan massa).

Perkembangan pada tumbuhan umumnya berlangsung seiring dengan pertumbuhan. Tumbuhan dikatakan dewasa apabila siap untuk melakukan fertilisasi.
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Serta Faktor yang Mempengaruhinya (image: freepik.com)

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Mungkin Anda ingat pepatah yang mengatakan ’Buah jatuh tak jauh dari pohonnya’. Pepatah itu berarti menunjukkan adanya penurunan sifat dari induk terhadap anak-anaknya. Bila kita menanam biji kedelai maka akan tumbuh tanaman kedelai, bukan tanaman jeruk atau kaktus. Mengapa demikian? Biji kedelai itu membawa sifat keturunan berupa gen yang mewarisi struktur dan bentuk induk tanaman kedelai sebelumnya. Keadaan tersebut akan membuat biji kedelai mempunyai bentuk dan struktur yang sama seperti tanaman kedelai yang lain bila mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dalam (intern) dan faktor luar (ekstern). Apakah pengaruh faktor-faktor itu terhadap pertumbuhan dan perkembangan?

Pada subbab ini akan dibahas mengenai salah satu faktor intern dan faktor ekstern yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

A. Hormon
Tumbuhan menghasilkan beberapa jenis hormon tumbuhan di antaranya auksin, giberelin, gas etilen, sitokinin, dan asam absisat. Hormon tersebut diproduksi di dalam tubuh, tetapi dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Sebelum membahas pengaruh hormon tumbuhan atau fitohormon lakukan tugas berikut agar Anda memiliki pengetahuan awal tentang fitohormon.

1) Auksin
Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang dan selubung daun pertama tanaman monokotil yang disebut koleoptil, ujung akar, serta jaringan yang masih bersifat meristematis. Adapun fungsi auksin sebagai berikut :
  • Pembentangan sel
  • Pembelahan sel
  • Merangsang pembentukan buah dan bunga


Aktivitas auksin akan terhambat oleh sinar yang berlebihan.

Tanaman yang memperoleh sinar dari satu sisi akan mengalami perubahan-perubahan berikut.
a) Auksin akan terakumulasi di bagian batang yang tidak terkena sinar.
b) Konsentrasi auksin yang tinggi di bagian yang tidak terkena sinar akan mempercepat pembelahan dan pembentangan sel batang ataupun koleoptil.
c) Pertumbuhan sel yang lebih banyak di bagian kurang sinar menyebabkan batang menjadi bengkok sehingga akan terlihat bahwa tanaman tumbuh ke arah cahaya.

2) Giberelin
Giberelin terdapat pada bagian batang dan bunga.
Fungsi hormon giberelin seperti berikut :
  • Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya
  • Menyebabkan tanaman tumbuh tinggi
  • Memacu aktivitas kambium
  • Menghasilkan buah yang tidak berbiji
  • Membantu perkecambahan biji


3) Gas etilen
Ada berbagai macam fungsi gas etilen. Salah satunya interaksi gas etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada buah, misalnya mangga dan nanas.
Pada beberapa tumbuhan, interaksi gas etilen dengan giberelin dapat mengatur perbandingan bunga jantan dan betina. Fungsi utama gas etilen sebagai berikut :
  • Mempercepat pemasakan buah
  • Mempertebal pertumbuhan batang
  • Pengguguran bunga


4) Sitokinin
Sitokinin merupakan hormon tumbuh yang terdapat pada tubuh tumbuhan. Sitokinin dibentuk pada sistem perakaran. Fungsi hormon Sitokinin adalah sebagai berikut :
  • Merangsang pertumbuhan akar sehingga lebih cepat memanjang
  • Mempercepat pelebaran daun
  • Perangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman
  • Merangsang aktivitas pembelahan sel
  • Membantu perkecambahan biji


5) Asam absisat
Berbeda dengan hormon yang lain, asam absisat mempunyai fungsi menghambat pertumbuhan. Sebagai berikut :
  • Mengurangi kecepatan pembelahan
  • Mengurangi pemanjangan sel
  • Membantu pengguguran bunga
  • Menyebabkan dormansi


B. Faktor Eksternal
Seperti telah disebutkan sebelumnya, hormon diproduksi dalam tubuh, tetapi dipengaruhi oleh kondisi eksternal (lingkungan). Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat besar. Faktor-faktor lingkungan tersebut meliputi suhu udara, cahaya, kelembapan udara, serta ketersediaan air tanah dan mineral.

Sebelum Anda mencermati uraian pengaruh beberapa faktor lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan lakukan tugas berikut :

1) Suhu
Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan karena berhubungan dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi, dan transpirasi. Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. 

Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup. Sebagian besar tumbuhan memerlukan temperatur sekitar 10°–38°C untuk pertumbuhannya.

2) Cahaya
Cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis. Apabila makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesis berkurang atau bahkan tidak ada, jaringan menjadi mati karena kekurangan makanan. Namun demikian cahaya yang dibutuhkan tumbuhan jumlahnya tidak boleh terlalu banyak. Cahaya yang berlebihan justru akan menghambat pertumbuhan. Demikian juga kekurangan cahaya juga berakibat buruk bagi tanaman.

Contoh akibat dari hasil fotosintesis yang berkurang misalnya tanaman yang tumbuh di ruangan gelap, ukuran batangnya jauh lebih panjang dibandingkan tumbuhan yang memperoleh cukup cahaya matahari. Tanaman ini berwarna pucat dengan batang lemah dan kurus. Pertumbuhan dalam tempat gelap semacam ini disebut etiolasi.

3) Kelembapan
Tanah lembap sangat cocok untuk pertumbuhan, terutama saat perkecambahan biji. Hal ini karena tanah lembap menyediakan cukup air untuk mengaktifkan enzim dalam biji serta melarutkan makanan dalam jaringan.

Tingkat pengaruh kelembapan udara atau tanah pada tumbuhan berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan kelembapan udara dan kelembapan tanah yang tinggi, misalnya lumut hati. Sebaliknya, ada juga tanaman yang tumbuh dengan baik pada dengan kelembapan udara dan tanah kelembapan rendah, misalnya Aloe vera (lidah buaya) dan beberapa jenis tanaman
anggrek.

4) Air dan mineral
Tumbuhan membutuhkan air, CO2, dan mineral. Air dan CO2 merupakan bahan utama untuk berlangsungnya fotosintesis. Gas CO2 diambil melalui stomata dan lentisel. Adapun air dan mineral diambil dari tanah melalui akar, kecuali pada tumbuhan tertentu, misalnya tanaman kantong semar (Venus sp. atau Nephentes sp.). Tanaman ini memperoleh senyawa nitrogen (protein asam amino) dan mineral dari serangga yang masuk perangkapnya.

Air juga sangat diperlukan dalam perkecambahan biji. Saat perkecambahan, air digunakan untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam biji. Tanpa air, perkecambahan biji akan tertunda (dormansi).
Mineral sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan. Misalnya pembentukan klorofil sangat membutuhkan mineral Mg. Mineral yang diperlukan oleh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen. Elemen mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut makroelemen, sedangkan elemen mineral yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut mikroelemen.

5) Ketersediaan oksigen
Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen untuk respirasi aerob dalam tubuh. Melalui respirasi aerob, tumbuhan dapat memperoleh energi untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, biji-biji tidak akan berkecambah tanpa adanya oksigen.

Demikian artikel dari webmateri mengenai mata pelajaran ekonomi. Adapun pembahasan yang dibahas adalah tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Serta Faktor yang Mempengaruhinya. Semoga informasi ini berguna bagi sobat sekalian. Terima kasih telah berkunjung ke webmateri.com

Sumber : Langkah Sembiring & Sudjino, Biologi Kelas XII   
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: