8 Komplikasi Akibat Diabetes yang berbahaya

8 Komplikasi Akibat Diabetes yang berbahaya. Mungkin anda sudah mengetahui bahwa diabetes tipe-2 dapat meningkatkan resiko anda terkena penyakit jantung, penyakit ginjal, kerusakan saraf, dan bahkan amputasi. Namun, komplikasi akibat dari buruknya anda dalam mengontrol gula darah juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya.

Menurut Cathy Reeder-McIntosh, RN, seorang pendidik diabetes bersertifikat di Wake Forest Baptist Medical Center di Durham, North Carolina, mengatakan bahwa kebanyakan orang tidak akan menyadarinya sampai akhirnya mereka menemukan tanda-tanda dari komplikasi tersebut yang disebabkan oleh kondisi gula darah tinggi selama bertahun-tahun.

Secara mengejutkan, terdapat beberapa komplikasi dari diabetes tipe-2 yang perlu anda ketahui agar bisa mendapatkan perawatan lebih dini.

1. Penurunan Kognitif.
Menurut Katherine Lewis, MD, MSCR, seorang asisten profesor di divisi endokrinologi, diabetes, dan genetika medis di Medical University of South Carolina di Charleston mengatakan bahwa terdapat banyak bukti bahwa gula darah dapat mempengaruhi memori dan perhatian secara kronis dari waktu ke waktu. Sehingga tentu saja, dengan mengontrol gula darah dapat membantu anda mengurangi resiko mengembangkan perubahan penurunan memori dan kognitif tersebut.
Bahaya Diabetes

2. Depresi
Menurut ulasan data dari 16 penelitian yang dipublikasikan di Community Mental Health Journal di bulan Februari 2015 menuliskan bahwa seseorang yang menderita diabetes memiliki peningkatan resiko terkena depresi dibandingkan dengan mereka yang tidak menderitanya. Gejala-gejala yang terkait dengan depresi diantaranya kesedihan, putus asa, mudah marah, perubahan pola tidur, dan kehilangan minat pada sosialisasi dan aktivitas yang pernah membuat mereka nyaman.

3. Gangguan Pendengaran
Menurut American Diabetes Association (ADA) mengatakan bahwa gangguan pendengaran dua kali lebih mungkin terjadi terhadap para penderita diabetes. Salah satu tanda dari gangguan pendengaran adalah merasa kesulitan mendengarkan apa yang dikatakan orang-orang di sekitar anda.

4. Penyakit Gusi
Para penderita penyakit diabetes lebih beresiko terkena penyakit gusi. ADA menyarankan bagi anda yang tengah menderita diabetes untuk selalu memperhatikan tanda-tanda dari penyakit gusi seperti pendarahan, merasa sakit di gusi, pembengkakan, hingga kehilangan gigi anda. untuk membantu mencegah penyakit gusi, sikat gigi anda secara teratur dan kunjungi dokter gigi secara berkala.

5. Infeksi Kulit
Jika gula darah anda meningkat, maka resiko terkena infeksi pun akan meningkat. Anda biasanya akan mengalami infeksi kulit seperti bisul, infeksi kuku, folikel rambut yang terinfeksi, dan infeksi kulit dalam yang disebut karbunkel. Selain dengan mengontrol gula darah, pastikan anda untuk selalu melakukan perawatan kulit untuk membantu mencegah infeksi kulit menjangkiti anda.

6. Infeksi Jamur
Selain infeksi kulit, diabetes juga dapat meningkatkan resiko anda terkena infeksi jamur. Gejala dari infeksi jamur ini bisa berupa gatal-gatal, kemerahan dikelilingi oleh sisik putih, dan bahkan memiliki aroma seperti jamur. Untuk mencegahnya,disarankan untuk selalu memperhatikan kesehatan kulit dan menjaganya agar tetap kering.

7. Patah Tulang
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Osteoporosis International di bulan Februari 2015 menuliskan bahwa seseorang yang didiagnosa penyakit diabetes 20% lebih mungkin mengalami patah tulang pinggul daripada mereka yang tidak menderitanya. Hal ini karena kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan struktur tulang anda.

8. Gastroparesis
Memiliki gula darah tinggi juga dapat mempengaruhi saraf di kaki dan saraf otonom anda. Saraf tersebutlah yang mengontrol fungsi-fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, keringat, fungsi kandung kemih, dan pencernaan. Gejala yang dialami tergantung pada bagian sistem saraf otonom mana yang telah terpengaruhi.


Salah satu gejala dari neuropati otonom adalah gastroparesis, yaitu gangguan dimana ketika perut anda terlalu lama dikosongkan. Terkadang orang-orang tidak menyadari bahwa gejala seperti mual, kembung, refluks, dan perasaan kenyang di awal makan telah dikaitkan dengan kerusakan saraf diabetes. Untuk mengatur gastroparesis, anda harus merubah kebiasaan makan anda seperti makan lebih sedikit dan lebih sering.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: