Macam-Macam Kelompok Sosial

Macam-Macam Kelompok Sosial. Pada kesempatan kali ini webmateri akan memberikan informasi mengenai materi mata pelajaran Sosiologi. Adapun materi yang akan dibahas adalah macam-macam kelompok sosial. Mari kita simak bersama materinya dibawah ini.

Dalam kehidupan kita sehari-hari di masyarakat banyak terdapat kelompok-kelompok sosial. Sepintas kelompok tersebut nampaknya sama. Mereka sama-sama memiliki tujuan, saling berinteraksi, dan adanya norma atau kaidah yang ditaati bersama. Namun, hal tersebut ternyata masih sangat umum. Apabila dicermati nampak adanya bermacammacam kelompok sosial.

Berikut ini adalah macam-macam kelompok sosial dan ciri-ciri karakteristiknya yang membedakan dengan kelompok lainnya.

Menurut Biestedt, dikenal ada empat macam kelompok sosial, yaitu kelompok statis, kelompok kemasyarakatan, kelompok sosial, dan kelompok asosiasi.

A. Kelompok Statis
Kelompok statis memiliki ciri-ciri : kelompok ini bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antara anggotanya. Contoh kelompok statis adalah kelompok penduduk usia balita (0 - 5 tahun).
Macam-Macam Kelompok Sosial (image: freepik.com)

B. Kelompok Kemasyarakatan
Kelompok kemasyarakatan adalah kelompok yang memiliki kesamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya. Contoh kelompok kemasyarakatan adalah pengelompokan penduduk berdasarkan jenis kelamin.

C. Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan hubungan antaranggota terjalin, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contoh kelompok sosial, antara lain keluarga batih dan kelompok teman.

D. Kelompok Asosiasi
Kelompok asosiasi adalah kelompok yang mempunyai kesadaran jenis dan memiliki kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Para anggota dalam kelompok asosiasi melakukan hubungan sosial, kontak, dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh kelompok asosiasi adalah negara, sekolah, dan korps pegawai negeri.

Selain dari Biestedt, masih ada bermacam-macam kelompok lagi.

A. Kelompok Kekerabatan
Dasar dari pembentukan kelompok kekerabatan adalah sistem kekerabatan, antara lain marga dalam suku Batak dan trah dalam suku Jawa. Ukuran yang paling utama dalam kelompok kekerabatan adalah bahwa individu lebih dekat atau tertarik dengan kehidupan keluarga, tetangga, atau individu lain yang dianggap dapat berfungsi membina kerukunan sosial dalam kehidupan mereka.

B. Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder
Kedua kelompok ini memiliki rasa memiliki terhadap kelompok sangat besar. Para anggotanya saling membagi pengalaman, berencana, dan memecahkan masalah bersama serta berusaha memenuhi kebutuhan bersama pula.

1. Kelompok Primer (Primary Group)
Kelompok primer memiliki ciri, antara lain antaranggota kelompok saling mengenal serta bekerja sama secara erat dan bersifat pribadi. Sebagai salah satu akibat dari hubungan yang erat dan bersifat pribadi tersebut adalah peleburan individu dalam kelompok sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok pula. Kelompok primer hampir mirip dengan kelompok kekerabatan. Perbedaan yang dimiliki adalah kelompok primer lebih bersifat spontan.

Beberapa syarat untuk membentuk kelompok utama telah dikemukakan oleh Charles Horton Cooley, yaitu :
  • Anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan satu sama lain;
  • Jumlah anggota kelompok sedikit;
  • Hubungan antaranggota kelompok bersifat langgeng; dan
  • Memiliki tujuan akhir yang sama.


2. Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Kelompok sekunder memiliki anggota lebih banyak daripada kelompok primer atau utama. Anggota kelompok sekunder tidak selalu saling mengenal, tidak langsung bersifat fungsional, rasional, dan lebih banyak ditujukan pada tujuan pribadi. Anggota lain dan usaha kelompok merupakan alat.

Sifat kelanggengan dalam kelompok sekunder hanya sementara saja. Hubungan yang terjadi pada kelompok sekunder tidak ditujukan pada pribadi-pribadi, tetapi terhadap
nama kelompok.
Di antara kelompok primer dan kelompok sekunder terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut sebagai berikut:

1. Kelompok Primer (Primary Group)
Kelompok primer memiliki cirri sebagai berikut :
  • Memiliki anggota sedikit (kurang dari tiga puluh orang).
  • Hubungan antaranggota bersifat pribadi dan akrab.
  • Mengutamakan komunikasi tatap muka.
  • Kebersamaan anggota dalam kelompok relatif lama (bersifat lebih permanen).
  • Saling mengenal dengan baik antaranggota kelompok sehingga mempunyai perasaan loyalitas.
  • Bersifat informal.
  • Keputusan dalam kelompok lebih bersifat tradisional dan kurang rasional.


2. Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Kelompok sekunder memiliki ciri sebagai berikut.
  • Jumlah anggota kelompok besar.
  • Hubungan antaranggota tidak bersifat pribadi dan antaranggota tidak ada hubungan yang erat.
  • Komunikasi tatap muka jarang dilakukan;
  • Para anggota berada bersama-sama dalam waktu singkat (temporer).
  • Antaranggota tidak saling mengenal dengan baik.
  • Bersifat formal.
  • Keputusan dalam kelompok lebih rasional dan mengutamakan efisiensi.


C. Gemeinschaft dan Gesellschaft

1. Gemeinschaft
Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Dasar hubungan dalam kelompok ini adalah rasa cinta dan kesatuan batin. Bentuk kelompok ini dapat dijumpai pada masyarakat desa atau masyarakat suku yang masih tradisional. Masyarakat dalam kelompok ini mempunyai kedudukan yang lebih penting daripada individu.

Fierdinand Tonnies mengemukakan ciri-ciri gemeinschaft, yaitu :
  • Hubungan antaranggota bersifat menyeluruh dan mesra (intim);
  • Hubungan antaranggota bersifat pribadi (privat); dan
  • Hubungan hanya untuk dalam kelompok, tidak untuk orang-orang yang ada di luar kelompok (eksklusif).


Permasalahan atau perselisihan yang terjadi dalam kelompok diselesaikan atas nama kelompok dan bukan atas nama pribadi saja.

Bentuk macam Gemeinschaft 
Gemeinschaft ada tiga bentuk sebagai berikut.
a) Gemeinschaft by blood, yaitu bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan darah atau keturunan. Misalnya, keluarga dan kelompok kekerabatan.
b) Gemeinschaft of place, yaitu bentuk kehidupan bersama karena berdekatan tempat tinggalnya sehingga dapat saling menolong. Misalnya, RT dan RW.
c) Gemeinschaft of mind, yaitu bentuk kehidupan bersama yang terjadi karena mempunyai jiwa dan pikiran yang sama atau ideologi yang sama.

2. Gesellschaft
Gesellschaft adalah kelompok yang didasari ikatan lahiriah yang jangka waktunya terbatas. Dalam gesellschaft terdapat hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik, misalnya ikatan antarpedagang, dan organisasi buruh pabrik. Orang-orang yang ada dalam hubungan gesellschaft didasarkan karena mempunyai kepentingan-kepentingan pribadi di atas kepentingan kelompok.

Sementara itu, unsur-unsur kehidupan lainnya hanya merupakan alat. Jadi, apabila disimpulkan dapat diketahui adanya perbedaan yang jelas antara gemeinschaft dan gesellschaft.

Berikut perbedaan keduanya :

D. Kelompok Formal dan Kelompok Informal
Mengenai kelompok formal dan kelompok informal dapat dilihat pada uraian berikut ini.

1. Kelompok Formal
Kelompok formal adalah kelompok-kelompok yang sengaja diciptakan dan didasarkan pada aturan-aturan yang tegas. Aturan tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk mengatur hubungan antaranggota dalam bertingkah laku untuk mencapai tujuannya. Status yang dimiliki oleh para anggota sesuai dengan pembatasan tugas dan wewenangnya.

2. Kelompok Informal
Kelompok informal adalah kelompok yang terbentuk karena tinggi dan berulang-ulangnya kuantitas pertemuan. Setiap pertemuan dilakukan berdasar pengalaman dan kepentingan anggota-anggota yang relatif sama.

E. Membership dan Reference Group

Robert K.Merton memberikan pendapat mengenai membership dan reference group. Dia mendefinisikan kedua kelompok itu sebagai berikut.

1. Membership Group
Membership group merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Anggota-anggota dalam membership group sering melakukan interaksi untuk membentuk kelompok-kelompok tersendiri. Keanggotaan seseorang dalam membership group diukur dari interaksinya dengan kelompok sosial tersebut termasuk para anggotanya.

2. Reference Group
Reference group merupakan kelompok yang menurut pandangan seseorang mengakui, menerima, dan mengidentifikasikan dirinya tanpa harus menjadi anggotanya.

Reference group mempunyai dua bentuk.
  • Tipe normatif yang menentukan dasar-dasar bagi kepribadian seseorang;
  • Tipe perbandingan (comparation type) merupakan suatu pegangan bagi individu dalam menilai kepribadian.


Demikian artikel dari webmateri mengenai macam-macam kelompok sosial. Semoga informasi ini berguna bagi sobat sekalian. Terima kasih telah berkunjung ke webmateri.com

Sumber : Budiyono, Sosiologi 2
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: