Pengertian Struktur Sosial Menurut Soerjono Soekanto Dan Raymond Flirth

Pengertian Struktur Sosial Menurut Soerjono Soekanto Dan Raymond Flirth. Pada kesempatan kali ini webmateri akan memberikan informasi mengenai materi tentang pengertian struktur sosial menurut Soerjono Soekanto dan Raymond Flirth. Mari kita simak bersama materinya dibawah ini.

Struktur sosial termasuk bagian penting dalam kajian sosiologi dan antropologi karena mempelajari banyak hal yang menyangkut hubungan manusia dalam masyarakat. Struktur sosial meliputi unsur-unsur seperti pranata, kedudukan sosial, dan peranan sosial. Struktur sosial mencakup berbagai hubungan sosial antara individu-individu secara teratur pada waktu tertentu yang merupakan keadaan statis dari suatu sistem sosial.

Jadi, struktur sosial tidak hanya mengandung unsur kebudayaan belaka, melainkan sekaligus mencakup seluruh prinsip hubungan sosial yang bersifat tetap dan stabil. Perangkat struktur sosial yang paling utama adalah status sosial. Mengenai struktur sosial, Soerjono Soekanto dan Raymond Flirth memberikan pendapatnya.

Pengertian Sutruktur Sosial Menurut Soerjono Soekanto
Struktur sosial menurut Soerjono Soekanto berarti organisasi yang berkaitan dengan pilihan dan keputusan dalam hubungan-hubungan sosial. Struktur sosial mengacu pada hubungan yang lebih mendasar. Selain itu, hubungan tersebut memberikan bentuk dasar pada pola kehidupan masyarakat yang memberikan batas-batas pada tindakan-tindakan yang sifatnya kelompok atau dalam organisasi.

Pengertian Struktur Sosial Menurut Raymond Flirth
Struktur sosial menurut Flirth, merupakan suatu pergaulan hidup manusia yang meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan lembagalembaga di mana orang-orang tersebut ambil bagian. Terbentuknya masyarakat sebagai suatu sistem sosial terdiri atas struktur sosial (kedudukan dan peranan sosial) serta proses-proses sosial (sosialisasi dan pengendalian sosial). Sedangkan yang dimaksud sistem sosial adalah serangkaian kegiatan berupa tindakan yang dilakukan oleh seseorang baik selaku individu maupun selaku kelompok dalam melakukan interaksi antarsesamanya. Adapun ciri-ciri masyarakat sebagai suatu sistem sosial, antara lain memiliki kepercayaan, tujuan, serta kedudukan dan peranan.

a. Kepercayaan
Manusia sebagai makhluk sosial percaya adanya Tuhan yang menciptakan makhluk serta alam semesta ini.

b. Tujuan
Tujuan merupakan cita-cita yang harus dicapai dengan cara mempertahankan sesuatu yang sudah ada atau melalui berbagai perubahan.

c. Kedudukan dan Peranan
Setiap orang yang hidup di masyarakat memiliki kedudukan atau status tertentu. Dengan demikian, setiap anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban atas kedudukan yang dimilikinya. Jika seseorang telah menjalankan kewajibannya dan menerima haknya berarti orang tersebut telah menjalankan peranannya. Peranan sosial adalah tingkah laku individu yang menentukan suatu kedudukan tertentu. Hal itu berarti peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan seseorang. Antara kedudukan dan peranan sosial merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan saling bergantung. Peranan dapat mengatur tingkah laku seseorang.

Pada batas-batas tertentu dapat memperkirakan perbuatan-perbuatan orang lain sehingga ia bisa segera menentukan sikap dan menyesuaikan diri dengan perilaku orang-orang dalam kelompoknya. Terbentuknya masyarakat sebagai suatu sistem sosial harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Semua anggota masyarakat terikat karena perasaan solidaritas. Artinya, antarindividu dalam masyarakat saling memberikan pengorbanan sebagian kemerdekaannya baik secara paksaan maupun kemauan sendiri.
  • Pengorbanan tersebut, antara lain berupa sikap pengendalian diri. Dengan demikian, terwujud ketenteraman dan keamanan demi kepentingan bersama.
  • Unsur-unsur yang terkandung dalam masyarakat meliputi berbagai kelompok terdiri atas individu-individu yang tergabung dalam kategori sosial, golongan sosial, dan lapisan-lapisan sosial atau golongan sosial.


Pengertian Struktur Sosial Menurut Soerjono Soekanto Dan Raymond Flirth (image: freepik.com)

a. Kategori Sosial
Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terbentuk karena adanya ciri-ciri objektif yang terdapat pada diri manusia itu sendiri. Ciri-ciri objektif biasanya dikenal oleh pihak-pihak yang tergabung dalam kategori sosial.


b. Golongan Sosial
Golongan sosial adalah kesatuan manusia yang mempunyai identitas sosial tertentu dengan tujuan supaya pihak lain dapat mengetahuinya, misalnya identitas pegawai negeri dengan menggunakan lencana korpri.


c. Lapisan Sosial atau Stratifikasi Sosial
Lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat biasanya terbagi atas masyarakat lapisan bawah, lapisan menengah, dan lapisan atas. Pelapisan sosial masyarakat antara masyarakat kuno berbeda dengan masyarakat modern. Lapisan sosial dalam masyarakat kuno, misalnya lapisan bangsawan, masyarakat biasa, dan lapisan budak. Sedangkan lapisan sosial
pada masyarakat modern, misalnya
pengusaha, buruh, dan pegawai negeri.


Demikian artikel dari webmateri mengenai pengertian struktur sosial menurut Soerjono Soekantodan Raymond Flirth. Semoga informasi ini berguna bagi sobat sekalian. Terima kasih telah berkunjung ke webmateri.com



Sumber : Budiyono, Sosiologi 2
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: