Pengertian BUMS, Perusahaan Perseorangan, Firma, CV, PT, Yayasan, Dan Koperasi

Pengertian BUMS, Perusahaan Perseorangan, Firma, CV, PT, Yayasan, Dan Koperasi.  Pada kesempatan kali ini webmateri akan memberikan materi mengenai mata pelajaran Ekonomi IPS. Adapun materi yang dibahas kali ini adalah Pengertian BUMS (Badan Usaha Milik Swasta), Pengertian Perusahaan Perseorangan, Pengertian Firma, Pengertian CV, Pengertian PT, Pengertian Yayasan, Dan Pengertian Koperasi. Mari kita simak bersama materinya dibawah ini.

Pengertian Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Nasional
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Nasional adalah badan usaha yang modalnya berasal dari dalam negeri dan dikelola oleh pihak swasta dalam negeri. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Nasional dalam menjalankan usahanya dapat berbentuk Perusahaan perseorangan (Po), Persekutuan firma (Fa), Persekutuan komanditer (CV), Perseroan terbatas (PT), dan Yayasan.

Pengertian Badan Usaha Perseorangan (Po)
Perusahaan perseorangan adalah suatu bentuk badan usaha yang pemiliknya terdiri satu orang, dan modal perusahaan berasal dari modal milik pribadi. Pada badan usaha perseorangan ini pemilik sekaligus sebagai pemimpin, dalam menjalankan usahanya, semua risiko yang terjadi dalam badan usaha ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya pemilik modal.
Sebaliknya, keuntungan yang diperoleh menjadi hak sepenuhnya bagi pemilik modal. Maju mundurnya badan usah ini tergantung pada pemiliknya.

Pengertian BUMS, Perusahaan Perseorangan, Firma, CV, PT, Yayasan, Dan Koperasi (image: freepik.com)

Pengertian Firma
Firma adalah persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan usaha, masingmasing anggota firma mempunyai tanggung jawab penuh
terhadap kewajiban perusahaan. Modal firma berasal dari anggota, pembagian keuntungan didasarkan pada besar kecilnya modal yang diberikan. Segala risiko ditanggung bersama secara tidak terbatas.

Pengertian Persekutuan Komanditer atau Commanditaire Vennotschaap (CV)
Perusahaan komanditer adalah sebuah persekutuan/badan usaha yang didirikan oleh dua orang sekutu atau lebih, sebagian merupakan sekutu komplementer/sekutu aktif dan beberapa orang merupakan sekutu komanditer/sekutu pasif. Sekutu aktif merupakan anggota CV yang menanam modal dan aktif mengelola CV. Sekutu aktif memiliki tanggung jawab tidak terbatas. Sedangkan sekutu pasif hanya menanam modal dengan tidak ikut mengelola CV. Sekutu pasif bertanggung jawab sebatas modal yang ditanam.

Pengertian Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas (PT) yang juga disebut NV (singkatan dari Naamloze Vennotschaap) merupakan badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih, yang modalnya diperoleh
dengan cara menjual saham-saham. Para pemegang saham dalam PT disebut pesero. Mereka ikut bertanggung jawab atas utang-utang perseroan, namun tanggung jawabnya hanya
sebatas saham yang dimiliki. Bagi para pemegang saham akan diberikan bagian laba perusahaan yang disebut dividen. Para pemegang saham mayoritas biasanya bergabung
dalam Dewan Komisaris dan dewan inilah yang memiliki kewenangan mengangkat dan memberhentikan dewan direksi untuk menjalankan perusahaan. Kekuasaan tertinggi dalam
PT berada pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun macam-macam Perseroan Terbatas (PT) adalah sebagai berikut :

PT Terbuka (umum)
PT terbuka, yaitu perseroan terbatas yang menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public). Sahamnya diperjualbelikan melalui bursa saham dan setiap
orang berhak untuk membeli saham perusahaan tersebut.

PT Tertutup
PT tertutup, yaitu perseroan terbatas yang peseropeseronya terbatas pada orang-orang tertentu, biasanya terbatas pada lingkungan keluarga sendiri dan tidak dapat diperjualbelikan secara bebas.

PT Kosong
PT kosong, yaitu perseroan terbatas yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja. Rapat Umum Pemegang Saham mempunyai kekuasaan tertinggi dalam perseroan terbatas, yang mempunyai wewenang:
  • Mengangkat atau memberhentikan direksi dan dewan komisaris;
  • Mengesahkan neraca rugi laba;
  • Memberikan dividen untuk para pemegang saham; dan
  • Membuat garis besar kebijaksanaan badan usaha.

Dewan komisaris mempunyai tugas:
  • Memberi nasihat kepada direksi;
  • Mengawasi jalannya perusahaan; dan
  • Membela kepentingan pemegang saham.

Direksi mempunyai tugas:
  • Menangani jalannya perusahaan;
  • Memberikan laporan rugi laba;
  • Memberikan laporan neraca badan usaha; dan
  • Sebagai wakil badan usaha, baik ke dalam maupun keluar.

Pengertian Yayasan
Yayasan adalah suatu bentuk badan usaha yang didirikan oleh orang-orang dengan cara memisahkan harta kekayaan pemiliknya. Badan usaha ini dibentuk untuk tujuan sosial
dan memiliki badan hukum. Dalam usahanya, yayasan mengumpulkan dana melalui donator tetap maupun tidak tetap, menerima sumbangan yang tidak mengikat, hibah dan iuran anggotanya. Dengan demikian, yayasan merupakan bentuk badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan sebab tidak mencari keuntungan.

Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orangorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.

Demikian artikel dari webmateri yang membahas mengenai mata pelajaran Ekonomi IPS. Adapun materi yang dibahas adalah mengenai Pengertian BUMS (Badan Usaha Milik Swasta), Pengertian Perusahaan Perseorangan, Pengertian Firma, Pengertian CV, Pengertian PT, Pengertian Yayasan, Dan Pengertian Koperasi. Terima kasih atas kunjungan anda ke webmateri.com


Sumber : Ekonomi 3 : Untuk SMA dan MA Kelas XII / penulis : Mimin Nur Aisyah, Hartatik Fitria R
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: