3 Contoh Cerpen Cinta Romantis Terbaru

3 Contoh Cerpen Cinta Romantis Terbaru. Pada kesempatan kali ini webmateri akan memberikan materi mengenai mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk materi yang akan dibahas pada artikel ini adalah mengenai contoh cerpen cinta romantis. Cerpen yang disajikan adalah contoh cerpen cinta romantis terbaru. Mari kita simak bersama-sama dibawah ini.

Berikut ini adalah 3 contoh cerpen cinta romantis terbaru :

Cinta Takkan Terlupakan
by : Fauziah Mawaddah Tambunan

Namaku dinda asyifah. Aku siswa kelas 3 SMA dan hari ini aku akan melihat hasil ujianku.

“dinda cepetan, ntar terlambat” teriak mama
Aku pun bergegas mandi dan segera berganti pakaian. Setelah selesai aku pun ke luar dari kamar dan segera berangkat.

Akhirnya aku sampai di sekolah dan aku lulus dengan nilai yang baik.

Aku memiliki seorang kekasih bernama rival suhanda dan biasa dipanggil rival. Dia berkuliah di jakarta.

Keesokan harinya ibu bertanya “kau akan kuliah dimana dinda?”
“aku belum tau ma” jawabku
Lalu aku terpikir untuk kuliah di jakarta dan ingin bertemu dengan rival karena sudah lima tahun kami tidak bertemu. Aku menghampiri mama dan berkata “ma aku ingin kuliah di jakarta”
“apa kamu yakin?” tanya mama
“ya, aku yakin” jawabku

Akhirnya aku masuk ke salah satu universitas yaitu UI (universitas indonesia). Aku sangat senang. Aku menjalani hari pertama ku kuliah, aku merasa kesepian karena tidak ada satu pun yang kukenal Pada saat jam kuliah selesai aku langsung bergegas ke kantin karena aku belum makan dari tadi pagi. Tiba tiba aku ada seseorang yang menabrakku
“gubrakkk!!”
Semua bukuku berserakan dan orang itu membantuku membereskan semua buku itu. Aku sangat terkejut saat kulihat wajahnya ternyata dia orang yang sangat aku rindukan selama ini
“kenapa kau memilih kuliah di jakarta?” tanyanya
“aku ingin bertemu denganmu” jawabku.
“apa selama ini kau merindukanku?” Tanyanya
“tentu saja aku merindukanmu” jawabku. Setelah merasa kenyang kami pun pulang

Keesokan harinya aku pergi sangat awal karena aku ingin bertemu dengan rival. Akhirnya aku sampai di kampusku. Aku ingin segera menemuinya tetapi langkahku terhenti melihat rival bergandengan dengan wanita lain. Hatiku hancur dan air mataku menetes.

Siang harinya, dia datang menemuiku, “hai, apa kau tidak lapar?” tanyanya. “tidak” jawabku dingin tanpa menoleh ke arahnya.
“apa kau sedang ada masalah?” tanyanya. “tidak, bisakah kau tinggalkan aku sendiri?” aku menjawabnya dengan nada yang kasar. “apa salahku dinda?” tanyanya. “sudah puas kau menyakitiku? Berjalan dengan wanita lain di belakangku” sentakku padanya. “jadi kau sudah tau?” tanyanya
“ya aku sudah tau” jawabku
“apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku?”. “aku ingin kita mengakhiri semua ini” jawabku, lalu aku pergi meninggalkannya

Keesokan harinya aku mendengar dia masuk rumah sakit karena kecelakaan. Aku segera menjenguknya. Akhirnya aku sampai di rumah sakit dan aku masuk ke ruangannya
Aku menangis melihat dia terbaring tak berdaya. “jangan menangis, aku tidak akan pergi meninggalkanmu”. Aku terkejut karena aku melihat dia telah sadar. “apa kau menyelingkuhiku?” tanyaku padanya. “tidak, aku menjalin hubungan dengannya karena kami mempunyai hutang budi dengan keluarganya dan semalam aku memutuskan untuk berpisah dengannya karena dia berselingkuh” jelasnya. “apa kau mau kembali menjadi kekasihku” tanyanya lagi. “ya aku mau” jawabku
Akhirnya kami kembali menjadi kekasih dan menjalani hidup kami tanpa ada satu pun yang mengganggu.

Contoh Cerpen Cinta Romantis Terbaru

Cinta Masa SMA
by :  Ayu Indah Lestari

Saat itu Indah melangkahkan kaki ke sekolah baruku. Ya Sekolah Menengah Atas. Sebut saja SMA SWASTA BINTANG. Disana Ia mengenal banyak orang hebat yang tentunya akan menjadi sainganku kelak. Ya tentu saja, saat semua calon siswa-siswa baru itu masuk dan berbaris di lapangan. Bu Lifa (wakil kepala sekolah) memberi wejangan dan arahan kepada mereka. Mereka sebagai siswa baru tentu saja diam dan menjaga prilaku. Bu lifa mengatakan bahwa siswa akan diseleksi dan dimasukan ke lokal unggulan atau tidak.

Keesokan harinya, nama mereka dipanggil satu persatu untuk memasuki lokal yang akan digunakan untuk melaksanakan seleksi pemilihan siswa unggulan. Indah, erni dan siti. Mereka adalah orang yang baru kenal dan masuk ke lokal yang sama. Sebelumnya mereka telah kenal selama 3 hari saat dilaksanakannya MOS (Masa Orientasi Siswa) di SMA itu. Saat mereka memasuki lokal dan akan melaksanakan testing. Thona yang berada di belakang menatap Indah, tetapi indah mengabaikannya.
Setelah testing selesai mereka ke luar. Dan langsung saja para guru memeriksa jawaban para siswa baru itu. Setelah selesai memeriksa, para guru memanggil nama-nama siswa yang masuk ke dalam lokal unggulan atau tidak. Ya tentu saja, dari sekin banyak siswa, hanya 40 siswa yang masuk ke dalam lokal unggulan. Termasuk Indah, Siti, Erni, Thona dan banyak yang lainnya.

Setelah seminggu mereka belajar dan berada di lokal unggulan itu, Thona dan Indah saling curi-curi pandang. (Mungkin mereka memang jodoh). Thona meminta wa Indah kepada Syahri, teman satu lokal mereka. Saat Indah sedang duduk bersama teman-temannya tiba-tiba ada panggilan yang ia tidak kenal. Saat indah masuk ke dalam lokal “syahri, minjam ponsel kamu boleh?” tanya indah sambil tersenyum. “Boleh, ini” jawab syahhri sambil memberikan ponselnya. Langsung saja indah memasukan nomor yang memanggilnya tadi dan meneleponnya, ternyata itu nomor thona, laki-laki yang dia sukai semenjak pandangan pertama.

Keesokan harinya thona pun menelpon indah, mereka berbincang-bncang dan bercanda. Selama dua hari mereka dekat, mereka saling jatuh cinta dan pacaran. Dan itu membuat mereka menjadi lebih rajin untuk hadir ke sekolah. Tetapi mereka tidak lupa untuk PRESTASI. Itu terbukti saat pembagian rapor, indah mendapat juara 2, dan hanya selisih satu angka dengan siswa yang mendapat juara 1. Mereka semakin dekat, dan mereka tak lupa akan tugasnya sebgai siswa.

Demikian cerpen singkat saya, menyukai seseorang di dalam suatu lokal akan membuat kita menjadi rajin. Tapi ingat!! Ingat tugas sebagai seorang siswa!!


Musim Dingin Di Negeri Ginseng
by : Virginia Trisha

Seperti yang semua orang katakan, aku dan mungkin seluruh keluarga besar dari sisi ibuku memiliki darah ‘lelet’ yang turun temurun tidak ada habisnya. Tentu, kami, atau bisa aku katakan, aku, memanglah anak yang lama dalam melakukan segala sesuatunya. Dan ‘lelet’ku yang kali ini, sungguh membuatku cukup panik. Ya, kurang dari 24 jam lagi aku sudah harus sampai di Bandara Soekarno Hatta dan terbang ke Negeri ginseng, yaitu Korea, dan belum satu pun baju aku rapikan. Ini adalah bulan Desember, dan musim dingin di sana cukup mematikan jika tidak membawa baju hangat yang tebal.

Setelah kurang lebih 2 jam bermalas malasan memilih baju baju yang harus kubawa, selesailah aku memilih 12 pasang baju dan 4 mantel yang sangat tebal supaya aku bisa menggantinya setiap beberapa hari, perjuanganku belum selesai. Aku harus memasukkan baju baju ini ke dalam koper dan ini membutuhkan perjuangan.

Pukul 11 malam hari telah tiba dan aku sudah sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Ayahku mengantar aku, kakakku dan ibuku ke bandara dan kami mengucapkan perpisahan kami. Aku, kakak dan ibuku memasuki ruang tunggu setelah melakukan check-in dan beberapa waktu kemudian, kami menaiki pesawat. Setelah berada di pesawat selama 8 jam, tibalah kami di Bandara Incheon dan mulailah perjalanan kami.

Hal pertama yang kami lakukan adalah check-in di hotel. Setelah itu, ketika kami hendak keluar dari hotel, kami bertemu sekelompok orang Indonesia juga, yang terdiri dari sepasang suami istri dan 2 anak yaitu laki laki dan perempuan. “Dari Indonesia juga ya?”, tutur ibuku. “Iya. Kalian juga ya? Mau ke mana aja nih abis ini?”, jawab sang ibu itu. “Iya saya dari Jakarta. Mau pergi ke Dong Dae Mun nih abis ini. Katanya sih kosmetiknya murah murah di sana”, lanjut ibuku. “Oh ya sudah pergi bareng aja. Kayaknya tempatnya bagus tuh. Gimana?”, sahut sang suami kepada istrinya. Mereka pun memperkenalkan diri dan anak anaknya kepada ibuku. Sebaliknya juga ibuku. Lalu, pergilah kami dengan subway menuju Dong Dae Mun.

Sesampainya kami di Dong Dae Mun, orang tua kami berpencar. Dan karena aku tidak bergitu tertarik dengan peralatan kecantikan, dan begitu juga Rico si cowok sok dingin dan sok keren walaupun berparas ok ini, ia pun akhirnya membuka suara. “Eh kamu, males ya ngikutin emak emak belanja? Udah kita nongkrong di café situ aja kayaknya lucu tuh tempatnya”, ajaknya. Aku pun tertarik karena café tersebut memang lucu dan meanarik dari luar. “Boleh. Sebentar ya bilang mama dulu”, jawabku. Aku pun menghampiri ibuku dan memberi tahu kepadanya aku ingin ke café dekat mall ini kemudian aku segera kembali dan berjalan ke café itu bersama Rico.

Sesampainya di café tersebut, penghangat ruangan ini sungguh menghangatkan tubuhku dan aku merasa sangat nyaman. Kami pun memesan minuman kami. Ia membayarnya dan duduklah kami di meja di samping jendela. Hangatnya minuman ini menghangatkan tubuhku dari dinginnya cuaca.
“Eh, sekolah di mana kamu? Kelas berapa?”, tanyanya. “Di St. John’s School Meruya. Kelas 9. Kamu?”, jawabku menanyakan kembali kepadanya dengan canggung. “Oh, aku di BBS Kebon Jeruk, kelas 11”, jawabnya. Kami pun kemudian mengobrol dan saling bertanya hal hal yang umum dan lumayan klise seperti warna kesukaan, hobi, tentang UN yang sebentar lagi aku hadapi, dan lain lain. Kami pun mengobrol selama beberapa jam sampai orangtua kami selesai belanja dan kembali ke hotel. 3 hari di sana aku lalui dengan mengobrol dengannya ketika ibu dan kakakku, juga orangtuanya pergi berbelanja dan kami hanya menongkrong di café café yang menarik di pinggir jalan di Seoul yang ternyata sangatlah unik.

Pada hari keempat, kami semua pergi ke Ski Resort untuk bermain ski. Aku belum pernah bermain ski sebelumnya, tetapi Rico cukup mahir dalam bermain ski setelah kulihat lihat.. “Eh ayo Virgi foto dulu sama Rico. Co, rangkul dong biar mesra dikit.”, tutur Om Mike, ayah Rico. Rico pun dengan sangat canggung merangkulku. Aku pun tahu dia malu, begitu juga aku. Akhirnya Om Mike pun memotret kami dan kami pun menjadi sangat canggung setelah itu. “Umm, ayo naik lift kita ke atas”, ajak Rico. “Ah gak ah takut, gak bisa mainnya. Nanti kalo aku jatoh terus leherku patah gimana? Hahahaha”, jawabku. “Udah sini ayo tenang aja kan ada aku. Nanti dipegangin deh biar gak jatoh tuan putri yang satu ini hahaha”, sahutnya sambil menyeretku ke lift.

“Oya, kita belum pernah benar benar kenalan nih. Nama lengkapku Theodore Ricardo Valentino, makanya dipanggil Rico. Kalau kamu?”, katanya sambil menanyakan kembali kepadaku. Aku pun memberitahunya nama lengkapku dan ia berkata bahwa namaku bagus. Sesampainya kami di atas gunung, aku pun sangat gugup. “Siap? Jangan lupa ya caranya kalau mau stop, kiri sama kanan. Jangan panik. Tenang aja ya Vir”, kata Rico sesampainya kami di puncak gunung. Kami pun meluncur dari atas gunung dengan ski dengan Rico memegang tanganku karena ia sudah cukup mahir dalam melakukannya. Ya, bisa kuakui ini adalah salah satu hal yang paling seru yang pernah kulakukan di dalam hidupku walaupun aku sempat terjatuh ketika sampai di bawah tetapi Rico membantuku berdiri. Dan, setelah kupikir pikir, Rico adalah cowok yang cukup romantis dan bukan cowok sok keren dan sok ganteng karena ia memanglah ganteng hahaha.
“Gimana? Seru gak main ski nya Vir?”, tanya Rico kepadaku. “Ya, bolehlah”, jawabku sambil tertawa. Sepertinya aku merasakan sesuatu yang aneh kepadanya. Tetapi tidak aku ketahui apa itu.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan kami ke Everland yang merupakan taman bermain yang cukup luas. Sesampainya di sana, aku merasa Rico sangat sibuk dengan hp nya tetapi aku tidak ingin bawel dan menanyakan ada apa dengannya. “Eh, Co, kenapa kamu? Kangen Marsha ya?”, tanya ayahnya sambil bercanda. Namun, yang kurasakan adalah perasaan aneh. Tapi aku tidak mungkin cemburu dengan perempuan ini dan aku pun tidak mengakui kepada diriku kalau sepertinya aku menyukai Rico. Aku pun hanya berdiam dan aku kurang menikmati permainan di Everland. Aku dan Rico pun tidak terlalu dekat selama kami di sana.

2 hari di sana terasa lama sekali dan akhirnya aku pun kembali ke Jakarta. Aku benar benar berpisah dengannya dan hanya memiliki kontak line nya yang kudapatkan pada hari pertama kami bertemu, dimana ia juga menanyakan kontakku. Aku tidak tahu apakah aku harus bahagia atau bersedih karena aku tidak akan bertemu dengannya lagi.

Setelah 4 bulan aku kembali dari Korea, aku mendapat line dari Rico. “Hai. Apa kabar Vir? Sombong banget sih sekarang. Oya, ini foto yang waktu itu kita bareng difotoin papa”, katanya dan kemudian mengirimkan foto foto kami waktu di Korea waktu itu. “Oh hai, baik baik kok. Terima kasih ya fotonya hehe”, jawabku. Kami pun kemudian lanjut berbincang dan ia menanyakan kepadaku mengapa pada hari hari terakhir aku bersikap seakan akan aku menjauhi dia. Aku pun menjelaskan kepadanya apa yang terjadi waktu itu dan dia memberitahuku bahwa Marsha adalah perempuan yang ia sukai dulu, tetapi hubungan mereka tidak berjalan lancar saat ia sedang berlibur di Korea itu. Aku pun sudah tidak merasakan apa yang kurasakan kepadanya pada saat kami berada di Korea waktu itu. Dan ia pun juga memberitahuku bahwa dulu ia memang memiliki perasaan kepadaku, namun perasaan itu sudah tidak lagi ia rasakan juga dan kami saling menganggap satu sama lain seperti kakak-adik. Kami pun akhirnya tetap menjadi teman dekat sampai sekarang dan kami saling bercerita segala hal yang terjadi seperti kakak-adik.

Demikian 3 contoh cerpen cinta romantis terbaru. Semoga dapat berguna bagi sobat webmateri sekalian.

sumber : cerpenmu.com
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: