Fungsi Pajak Dan Contoh Pajak Dalam Keluarga

Fungsi Pajak Dan Contoh Pajak Dalam Keluarga. Artikel kali ini akan dibahas mengenai mata pelajaran IPS SMP, yaitu mengenai fungsi pajak dan contoh pajak dalam keluarga. Bahasan pertama adalah mengenai Fungsi Pajak.

Fungsi Pajak
Pajak tidak memberikan kepada pembayarnya, imbalan atau kontra prestasi secara langsung dari pemerintah. Meskipun demikian, selang waktu kemudian para pembayar pajak akan menerima kontra prestasi secara tidak langsung melakui hasil pembangunan yang dibiayai oleh pajak yang mereka setorkan.

Dengan uang pajak yang dibayarkan oleh para wajib pajak, pemerintah dapat membangun dan mengadakan barang publik, seperti jembatan, jalan raya, atau sarana pendidikan.

Melalui perpajakan, pemerintah dapat mengarahkan kegiatan dan kehidupan ekonomi kita sesuai dengan yang dicita-citakan bersama, yaitu terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Adapun beberapa fungsi pajak adalah :
Sebagai alat untuk menciptakan keadilan sosial. Dalam hal ini, kebijakan perpajakan memungkinkan negara untuk melakukan pembangunan yang menyeluruh dan merata, dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai alat pendorong pertumbuhan industri baru. Dalam hal ini, pemerintah dapat membebaskan pajak impor suku cadang mesin industri agar industri yang bersangkutan dapat berkembang dan bersaing dengan perusahaan luar negeri.
Sebagai alat pengendalian ekonomi nasional. Dalam hal ini, melalui pajak, pemerintah dapat mengatur kegiatan, konsumsi, produksi, distribus, tingkat harga barang secara umum, kegiatan ekspor-impor, dan sebagainya.

Contoh Pajak Dalam Keluarga
Pajak yang ditanggung suatu keluarga sangat tergantung pada kondisi keluarga. Misalnya jumlah tanggungan dalam keluarga, jumlah sumber penghasilan, nilai penghasilan, jumlah kendaraan, harga jual rumah dan tanah, jumlah barang-barang mewah yang dimiliki.
Fungsi Pajak, Contoh Pajak Dalam Keluarga (Image : pajak.go.id)

Contoh pajak yang dapat ditanggung suatu keluarga adalah pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak pertambahan nilai, dan pajak kendaraan bermotor. Alasannya :
Ayah atau ibu atau keduanya mempunyai penghasilan maka mereka harus membayar pajak penghasilan.
Apabila tinggal di rumah sendiri maka keluarga itu harus membayar PBB.
Ketika suatu keluarga berbelanja, keluarga tersebut haurs membayar pajak pertambahan nilai.
Apabila memiliki kendaraan, keluarga tersebut harus membayar pajak kendaraan bermotor.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: