Rangkuman Materi Agama Kelas XII Bab 5 (Part 1)

Rangkuman Materi Agama Kelas XII Bab 5 (Part 1) merupakan artikel yang berisi ringkasan atau rangkuman materi dari mata pelajaran yang ada pada kelas XII semester satu khusus untuk bagian Bab 5. Untuk rangkuman materi Bab lainnya dapat anda lihat pada artikel lainnya di webmateri. Mari kita simak bersama rangkuman dari Bab 5 (Part 1) dibawah ini.

BAB 5
Munakahat (Pernikahan)
Ketentuan Hukum Islam Tentang Pernikahan

Apa pengertian dari Munakahat ?

Munakahat memiliki arti pernikahan atau perkawinan. Kata dasar dari pernikahan adalah nikah. Kata nikah memiliki persamaan dengan kata kawin. Dalam bahasa Indonesia, kata nikah memiliki arti berkumpul ataupun bersatu. 

Sedangkan pada istilah syari’at, nikah memiliki arti melakukan suatu akad ataupun perjanjian untuk mengikatkan diri seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan intim antara keduanya dengan dasar suka rela dan persetujuan bersama, demi terwujudnya keluarga (rumah tangga) bahagia, yang diridai oleh Allah SWT. Nikah merupakan perbuatan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW atau sunah Rasul.

Apa saja Rukun Nikah ?
Rukun nikah berarti ketentuan-ketentuan dalam pernikahan yang harus dipenuhi agar pernikahan itu sah. Rukun nikah tersebut ada 5 macam yakni sebagai berikut:
  • Adanya calon suami.
  • Adanya calon istri.
  • Adanya wali nikah
  • Adanya dua orang saksi.
  • Adanya akad nikah yaitu ucapan ijab kabul.

Apa penjelasan mengenai wali nikah ?
Wali nikah dapat dibagi menjadi dua macam :
  • Wali Nasab
  • Wali Hakim
Syarat yang harus dipenuhi oleh wali nikah :
  • Beragama Islam
  • Laki-laki
  • Balig dan berakal
  • Merdeka dan bukan hamba sahaya
  • Bersifat adil
  • Tidak sedang ihram haji atau umrah

Apa pengertian dari Ijab Qabul ?
Ijab adalah ucapan wali (dari puhak mempelai wanita), sebagai penyerahan kepada mempelai laki-laki. Qabul adalah ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda penerimaan.
Selesai akad nikah diadakan walimah, yaitu pesta pernikahan. Hukum mengadakn walimah adalah sunah muakkad.
Menghadiri walimah bagi yang diundang hukumnya wajib, kecuali kalu ada uzur (halangan) seperti sakit.

Bagaimana Hukum Nikah menurut Islam ?
Menurut sebagian besar ulama, hukum nikah pada dasarnya adalah mubah, artinya boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan. Jika dikerjakan tidak mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa.
Ditinjau dari segi kondisi orang yang akan melakukan pernikahan, hukum nikah dapat berubah menjadi sunah, wajib, makruh, atau haram.

Hukum nikah menjadi Sunah jika ?

Bagi orang yang ingin menikah, mampu menikah, dan mampu pula mengendalikan diri dari perzinahan walaupun tidak segera menikah maka hukum nikah adalah sunah.

Hukum nikah menjadi Wajib jika ?
Bagi orang yang ingin menikah, mampu menikah, dan ia khawatir berbuat zina jika tidak segera menikah, maka hukum nikah adalah wajib.

Hukum nikah menjadi Makruh jika ?
Bagi orang yang ingin menikah, tetapi belum mampu memberi nafkah terhadap istri dan anak-anaknya, maka hukum nikah adalah wajib.

Hukum nikah menjadi Haram jika ?
Bagi orang yang bermaksud menyakiti wanita yang akan ia nikahi, hukum nikah adalah haram.

Apa sebenarnya Tujuan dari Pernikahan ?
Secara umum, tujuan pernikahan menurut Islam adalah untuk memenuhi hajat manusia (pria terhadap wanita ataupun sebaliknya) dalam rangka mewujudkan rumah tangga yang bahagia, sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama islam.
Adapun Tujuan pernikahan yang islami dapat dikemukakan sebagai berikut :
  • Yaitu untuk memenuhi kebutuhan seksual (birahi) secara sah dan diridai Allah.
  • Dan untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat.
  • Serta untuk mewujudkan keluarga bahagia di dunia dan akhirat.

Apa penjelasan mengnai Muhrim ?
Menurut pengertian bahasa, muhrim berarti yang diharamkan. Dalam ilmu fikih, muhrim adalah wanita yang haram dinikahi.
Adapun penyebab seorang wanita haram dinikahi ada empat macam, yaitu :
  • Wanita yang haram dinikahi karena keturunan
  • Wanita yang haram dinikahi karena hubungan sesusuan
  • Wanita yang haram dinikahi karena perkawinan
  • Wanita yang haram dinikahi karena mempunyai pertalian muhrim dengan istri

Apa maksudnya dari Wanita yang haram dinikahi karena keturunan ?
  • Ibu kandung dan seterusnya ke atas (nenek dari ibu dan nenek dari ayah)
  • Anak perempuan kandung dan seterusnya ke bawah (cucu dan seterusnya)
  • Saudara perempuan (sekandung, sebapak atau seibu)
  • Saudara perempuan dari bapak
  • Saudara perempuan dari ibu
  • Anak perempuan dari saudara laki-laki dan seterusnya kebawah
via : freepik.com

Apa maksudnya dari Wanita yang haram dinikahi karena hubungan sesusuan ?
  • Ibu yang menyusui
  • Saudara perempuan sesususan

Apa maksudnya dari Wanita yang haram dinikahi karena perkawinan ?
  • Ibu dari istri (mertua)
  • Anak tiri (anak dari istri dengan suami lain), apabila suami sudah berkumpul dengan ibunya)
  • Ibu tiri (istri dari ayah), baik sudah dicerai atau belum
  • Menantu (istri dari anak laki-laki), baik sudah dicerai maupun belum.

Demikian artikel yang berisikan informasi tentang rangkuman materi Agama kelas XII semester 1 bagian Bab 5 (Part 1). Untuk artikel lainnya dapat anda lihat di webmateri ini. Semoga artikel ini berguna bagi anda. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Subscribe to receive free email updates: